Harga Ban Dalam Mobil dari Berbagai Merek Rekomendasi Otoklix

by cgcr9

Ban atau roda menjadi bagian yang paling vital pada kendaraan. Tanpa adanya ban, mustahil mobil bisa berjalan maju maupun mundur. Meski demikian, penggunaan ban pada mobil juga harus diperhatikan. Pasalnya ada 2 jenis ban yang tersedia yakni ban dalam mobil dan ban tubeless. Berikut adalah harga ban dalam mobil dari berbagai merek rekomendasi aplikasi bengkel mobil Otoklix.

Daftar Harga Ban Dalam Mobil

Ini dia daftar harga ban dalam mobil berdasarkan merek, tipe ban dalam, dan ukuran ring yang digunakan.

Merk & Type Ban dalam Mobil Ukuran Ring Harga 
Kingland 600 – 640. Ring 14 Rp54 ribu
Kingland 695 – 700. Ring 14 Rp54 ribu
Aspira 600 – 640. Ring 14 Rp80 ribu
Kingland 550 – 560. Ring 13 Rp44 ribu
Kingland 590 – 600. Ring 13 Rp44 ribu
Kingland 615. Ring 13 Rp44 ribu
Kingland 700 – 750. Ring 16 Rp100 ribu
Kingland 700 – 760 – 815. Ring 15 Rp85 ribu
Kingland 700 – 750. Ring 15 Rp85 ribu
GT 600 – 640. Ring 14 Rp110 ribu
GT 640 – 650. Ring 14 Rp110 ribu
GT 650 – 695. Ring 14 Rp110 ribu
GT 695 – 700. Ring 14 Rp110 ribu
GT 615 – 645. Ring 13 Rp85 ribu
Swallow 600 – 640. Ring 14 Rp75 ribu
Swallow 695 – 700. Ring 14 Rp75 ribu
Bridgestone 710 – 760. Ring 15 Rp230 ribu
KRC 600 – 700. Ring 14 Rp60 ribu
Aspira 500. Ring 12 Rp50 ribu
Swallow 450. Ring 12 Rp59 ribu
Aspira 550. Ring 13 Rp58 ribu

 

Apakah Ban Tubeless Pakai Ban Dalam Jadi Lebih Aman?

Sebagai informasi, ban tubeless memiliki fluid sealant, sehingga tidak perlu menggunakan ban dalam lagi. Hal tersebut membuat kinerja ban tubeless menjadi lebih baik dan lebih aman. 

Apabila menggunakan ban dalam mobil, fungsi utama dari fluid sealant menjadi hilang. Pasalnya, komponen tersebut berfungsi merapatkan sisi ban apabila terkena benda tajam seperti paku maupun batu ketika berkendara. Lubang yang mulai muncul akibat tusukan benda tajam ini akan segera ditutup oleh fluid sealant. Maka itu, ban tubeless relatif anti bocor dan lebih kuat.

Ketika menggunakan ban dalam, angin akan lebih cepat keluar sehingga kempis total. Tanpa pakai ban dalam dan dibantu oleh fluid sealant, mobil akan masih bisa melaju sampai dengan 200 km dengan benda tajam menancap di ban tubeless.

Meski bisa digunakan sampai 200 km, ada batasan toleransi kedalaman tusukan benda tajam, yaitu tidak lebih dari 10 mm. Jadi jika tusukannya lebih dari 10 mm, disarankan untuk diperbaiki. Selain itu, jangan biarkan benda tajam yang menancap dibiarkan lebih dari 24 jam. Jika pemilik kendaraan sudah tahu bahwa ada benda tajam yang menancap di ban, sebaiknya langsung dicabut dan ban diperbaiki.

Dampak Buruk Pakai Ban Dalam Mobil pada Ban Tubeless

Pengguna kendaraan menggunakan ban dalam untuk menampung angin secara murah apabila ban tubeless rusak dan sulit ditambal. Padahal, ada beberapa kerugian selain kehilangan fungsi fluid sealant akibat menggunakan ban dalam di dalam ban tubeless. Ini juga merupakan kerugian penggunaan model ban dengan ban dalam. yaitu sebagai berikut.

1. Berisiko kecelakaan

Menggunakan ban dalam pada ban tubeless dapat menambah bobot ban dan menimbulkan gesekan ketika mobil dipacu pada kecepatan tinggi. Gesekan ini juga bisa membuat ban mobil bocor. Hal ini tentu berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan.

Mobil masih aman digunakan pada kecepatan maksimal 50 km/jam. Tetapi jika digunakan di jalan tol dengan kecepatan 100 km/jam saja mobil bisa langsung bocor pada 15 menit.

2. Roda jadi tidak seimbang

Dengan adanya ban dalam mobil, keseimbangan roda menjadi kurang maksimal. Ada lapisan lain di dalam ban dan ketika dilakukan balancing pada roda, material balancing yang diperlukan akan memiliki nilai yang lebih besar.

3. Velg mudah rusak

Menggunakan ban dalam pada mobil akan memperbesar risiko kerusakan velg dari dalam. Sebabnya adalah air bisa masuk melalui pentil roda dan membuat velg berkarat. Velg yang dibiarkan berkarat untuk waktu yang lama, velg bisa berlubang.

4. Perbaikannya lama

Ban yang menggunakan ban dalam akan rentan mengalami kebocoran. Kebocoran ini membutuhkan waktu yang agak lama untuk proses perbaikan karena ban harus dibongkar terlebih dahulu. Berbeda dengan ban tubeless yang hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk perbaikan.

5. Berpotensi robek saat ganti ban

Ban luar yang sudah lama dipakai akan semakin aus. Jika tidak dikerjakan oleh ahlinya, ban bisa robek ketika ganti ban. 

Itulah beberapa dampak buruk jika menggunakan ban dalam mobil ke ban tubeless. Lakukan perawatan ban tubeless seperti spooring dan balancing agar ban senantiasa prima. Temukan bengkel ban mobil terdekat via Otoklix.com!

 

You may also like

Leave a Comment